State of Play, Sebuah Film Psychological Thriller yang Menegangkan dan Dibalut dengan Jurnalisme yang Kental.


Saat saya diberi tahu jika tugas Jurnalistik Multimedia adalah menonton film State of Play, saya langsung berpikir bahwa film ini pasti hanyalah film biasa biasa saja yang memanfaatkan berbagai profesi yang menarik sebagai nilai jual film, saya salah.

State of Play, meskipun tidak memiliki banyak karakter yang memiliki kesan yang begitu kuat dan antagonis utamanya tampak terlalu jahat dan tidak manusiawi, berhasil memberikan sensasi thrill ride dengan plot twist-plot twistnya yang tidak bisa ditebak dan cara penguakan kebenaran yang dilakukan secara perlahan dan rapi hingga menemukan gambaran penuh dari kasus yang sedang dihadapi. 
Saya suka bagaimana cerita ini menunjukkan beberapa potong informasi yang pada awalnya terlihat sangat acak dan tidak berhubungan, hingga pada akhirnya semua informasi yang telah didapatkan dapat disambung menjadi satu kesatuan yang utuh.
Ditambah dengan pernyataan dari salah satu reviewer dari AS yang saya temui di situs imdb.com, menyatakan bahwa kegiatan jurnalisme yang diperlihatkan di film ini akurat dengan kenyataan yang ada di AS. Tidak heran jika film ini banyak digunakan sebagai landasan bagi mereka yang ingin mempelajari lebih banyak mengenai jurnalisme.

Russel Crowe, yang berperan sebagai Cal McAffrey melakukan akting yang sangat sesuai dengan kepribadian karakternya yang menampilkan sikap yang sarkastik namun tetap ramah terhadap orang orang disekitarnya, profesional dan penuh semangat dalam menghadapi permasalahan yang ditimpa oleh sahabat yang sudah lama tidak ia temui, Stephen Collins, seorang anggota kongres yang terkenal karena berusaha mengekspos sisi gelap dari perusahaan militer swasta yaitu PointCorp. Diperlihatkan juga kepada kita bagaimana Cal McAffrey tanpa ragu melanggar banyak hal yang seharusnya ia lakukan namun ia abaikan demi mendapatkan satu hal, kebenaran. 

Dibanding Russel Crowe, mungkin orang orang lebih familiar dengan pemeran Stephen Collins, yaitu Ben Affleck, yang memang sudah lama menghiasi film-film superhero dari marvel dan dc dengan akting aktingnya yang bagus, dan penampilan yang menarik. Sedikit kontras dengan perannya yang biasanya menjadi seorang protagonis, dalam film ini dia berperan sebagai seorang politikus yang tampak rendah hati, baik, dan mudah disukai. Namun sepanjang film berjalan kita akan dihadapkan dengan latar belakang dan sifat gelapnya yang sulit diduga-duga oleh penonton.

Tokoh utama ketiga yang ditampilkan di film ini adalah Della Frye (Rachel McAdams), digambarkan sebagai seorang jurnalis muda yang belum berpengalaman, namun sangat antusias dengan dunia jurnalisme. Sepanjang cerita ini, penonton juga disuguhkan dengan perjalanan Della dari yang awalnya kurang bisa diandalkan dan naif dalam menghadapi kenyataan yang keras, menjadi seorang jurnalis profesional yang layak disandingkan dengan Cal McAffrey.

Overall, saya beri rating 7/10, Andai saja di bioskop masih ditayangkan mungkin akan saya tonton lagi sebagai bentuk apresiasi terhadap film.

9 Elemen Jurnalisme :

1. Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran

Sebagai seorang profesional, Cal sangat memperhatikan detil, dan kevalidan informasi yang ia dapatkan demi menyajikan berita yang sesuai dengan kenyataan yang ada, meskipun dengan melakukan hal itu secara tidak langsung ia membuat sahabatnya sendiri mengalami nasib yang kurang baik. 

2. Loyalitas pertama jurnalis adalah kepada warga.

Terlihat jelas bagaimana Cal tanpa mengabaikan perintah bosnya untuk menulis berita yang masih simpang siur kebenarannya, meskipun dia tahu bahwa dengan menjalankan perintah bosnya, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan secara signifikan.

3. Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi.

Pengumpulan data, pencarian narasumber, memastikan kebenaran berita, adalah hal yang wajib dilakukan oleh seorang jurnalis. Bagaimana Cal melakukan cross check setiap informasi yang telah ia dapat ke orang lain untuk memastikan keabsahan informasi yang telah ia dapatkan, dan bagaimana Cal memastikan bahwa seluruh narasumber yang ia tangani dapat dipercaya atau tidak, sudah sangat membuktikan bahwa elemen jurnalisme yang satu ini tidak luput diterapkan.

4. Jurnalis harus menjaga independensi dari obyek liputannya. 

Menjadi independen dan tidak ikut terpengaruh oleh 2 pihak yang saling beroposisi itu tidaklah mudah, apalagi jika yang berseteru itu adalah sahabat sendiri. Cal juga mengalami permasalahan ini. Pada awalnya Cal termotivasi untuk mengerjakan berita pembunuhan Sonia juga karena dia ingin membantu sahabatnya dari kesulitan yang sedang dialaminya. Namun sayang, keinginan Cal untuk berdiri setia kepada masyarakat dan kebenaran berhasil mengalahkan hasratnya untuk condong ke satu pihak. 

5. Jurnalis harus melayani sebagai pemantau independen terhadap kekuasaan

Jurnalis harus bertindak sebagai pemantau independen terhadap kekuasaan. Wartawan tak sekedar memantau pemerintahan, tetapi semua lembaga kuat di masyarakat. Hal ini tidak lupa juga diperhatikan oleh sang protagonis, Cal tidak menahan diri untuk memantau dan mencari tau rahasia gelap dari anggota kongres pemerintahan dan juga organisasi militer besar yang memiliki kekuasaan yang sangat besar, meskipun melakukan hal tersebut bisa membuat Cal berada dalam bahaya.

6. Jurnalisme harus menyediakan forum bagi kritik maupun komentar dari publik

Keterbukaan terhadap opini, kritik, dan saran adalah hal yang sangat penting dalam jurnalisme. Cal  dan Della, juga mewawancara orang yang memiliki pendapat tersendiri mengenai situasi tersebut, seperti pelayan restoran, dan anggota kehumasan.

7. Jurnalis harus berusaha membuat hal penting menjadi menarik dan relevan. 

Berita yang hanya informatif saja tidak akan menarik, namun hanya menarik saja tidak akan bisa memberikan efek pada pembaca. Oleh karena itu, nilai informasi dan kemenarikan pun harus ada secara seimbang supaya berita dapat dikategorikan sebagai berita yang bagus. Sama halnya dengan Cal yang menolak menulis berita yang sekedar menarik dan berbau gosip, namun memilih untuk terus mencari tau secara mendalam mengenai kebenaran informasi yang didapatkan.

8. Jurnalis harus menjaga agar beritanya komprehensif dan proporsional. 

Bersifat menyeluruh, namun proporsional. Tidak terlalu sedikit, namun tidak terlalu berlebihan. Hal ini juga sangat mempengaruhi berita. Cal berusaha untuk menunjukkan berita selengkap mungkin, dengan segala macam riset yang telah ia kerjakan dengan gigih, namun tetap dijaga agar tetap mudah dicerna oleh pembaca.

9. Jurnalis memiliki kewajiban untuk mengikuti hati nurani mereka. 

Jurnalisme bukan sekedar menulis berita apapun yang bisa diberitakan, namun juga apakah suatu berita cocok untuk diberitakan menurut hati nurani. Cal disini yakin sekali bahwa dia harus mengikuti nalurinya untuk menyelesaikan masalah ini sampai tuntas, meskipun dia mendapatkan  kesempatan untuk mendapatkan keuntungan cepat atau malah sepenuhnya melepaskan tugas menginvestigasi masalah.

Comments